By. Ustadz Dr. Ahzami Sami'un Jazuli, MA. (Allahu yarhamuhu)
(1) الفوز الحقيقي هو دخول الجنة و زحزح عن النار
Kemenangan Hakiki itu adalah masuk surga dan dijauhkan dari neraka.
كُلُّ نَفۡسٍ۬ ذَآٮِٕقَةُ ٱلۡمَوۡتِۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوۡنَ أُجُورَڪُمۡ يَوۡمَ
ٱلۡقِيَـٰمَةِۖ فَمَن زُحۡزِحَ عَنِ ٱلنَّارِ وَأُدۡخِلَ ٱلۡجَنَّةَ فَقَدۡ فَازَۗ
وَمَا ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَآ إِلَّا مَتَـٰعُ ٱلۡغُرُورِ
"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari
kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan
dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu
tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan." (QS. Ali Imron: 185)
(2) الذنوب هو الهلاك
Dosa itu adalah sumber kehancuran.
أَلَمۡ يَرَوۡاْ كَمۡ أَهۡلَكۡنَا مِن قَبۡلِهِم مِّن قَرۡنٍ۬ مَّكَّنَّـٰهُمۡ
فِى ٱلۡأَرۡضِ مَا لَمۡ نُمَكِّن لَّكُمۡ وَأَرۡسَلۡنَا ٱلسَّمَآءَ عَلَيۡہِم
مِّدۡرَارً۬ا وَجَعَلۡنَا ٱلۡأَنۡهَـٰرَ تَجۡرِى مِن تَحۡتِہِمۡ فَأَهۡلَكۡنَـٰهُم
بِذُنُوبِہِمۡ وَأَنشَأۡنَا مِنۢ بَعۡدِهِمۡ قَرۡنًا ءَاخَرِينَ
"Apakah mereka tidak memperhatikan berapa banyaknya generasi-generasi
yang telah Kami binasakan sebelum mereka, padahal [generasi itu], telah Kami
teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, yaitu keteguhan yang belum pernah Kami berikan
kepadamu, dan Kami curahkan hujan yang lebat atas mereka dan Kami jadikan
sungai-sungai mengalir di bawah mereka, kemudian Kami binasakan mereka karena
dosa mereka sendiri, dan kami ciptakan sesudah mereka generasi yang lain."
(QS.Al-An'am: 6)
Siapapun, keluarga manapun, Jamaah atau partai apapun, apabila prosentase
dosanya lebih dominan, maka tunggulah kehancuran.
Ya Ikhwah, ingatlah ungkapan Sayyidina Umar :
معصيتنا أخوف إلينا من أعدائنا
"Kemaksiatan kita lebih kita takuti daripada musuh-musuh kita."
(3) من أهداف الحياة الزوجية إقامة حدود الله
Di antara Tujuan hidup berkeluarga adalah menegakkan hukum-hukum Allah.
"Kemudian jika si suami menalaknya [sesudah talak yang kedua], maka
perempuan itu tidak halal lagi baginya hingga dia kawin dengan suami yang lain.
Kemudian jika suami yang lain itu menceraikannya, maka tidak ada dosa bagi
keduanya [bekas suami pertama dan isteri] untuk kawin kembali jika keduanya
berpendapat akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. Itulah hukum-hukum Allah,
diterangkan-Nya kepada kaum yang [mau] mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 230)
Contoh, istri boleh nambah yang penting tegak syari'at Allah.. Jangan sampai
asal nambah tapi menambah masalah.
(4) الإيمان و الأخوة هما أغلى عندنا
Iman dan Ukhuwah adalah yang paling mahal bagi kita.
إِنَّمَا ٱلۡمُؤۡمِنُونَ إِخۡوَةٌ۬ فَأَصۡلِحُواْ بَيۡنَ أَخَوَيۡكُمۡۚ
وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمۡ تُرۡحَمُونَ
"Sesungguhnya orang-orang mu’min adalah bersaudara karena itu
damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu
mendapat rahmat." (QS. Al-Hujurat: 10)
(5) الاعتصام بحبل الله هو الأصل و التنازع هو الطارئ
Bersatu berpegang teguh dengan Tali Allah adalah Asal, adapun
berbantah-bantahan atau berselisih adalah sesuatu yang emergency harus segera
diakhiri.
وَٱعۡتَصِمُواْ بِحَبۡلِ ٱللَّهِ جَمِيعً۬ا وَلَا تَفَرَّقُواْۚ وَٱذۡكُرُواْ
نِعۡمَتَ ٱللَّهِ عَلَيۡكُمۡ إِذۡ كُنتُمۡ أَعۡدَآءً۬ فَأَلَّفَ بَيۡنَ
قُلُوبِكُمۡ فَأَصۡبَحۡتُم بِنِعۡمَتِهِۦۤ إِخۡوَٲنً۬ا وَكُنتُمۡ عَلَىٰ شَفَا
حُفۡرَةٍ۬ مِّنَ ٱلنَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنۡہَاۗ كَذَٲلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ
لَكُمۡ ءَايَـٰتِهِۦ لَعَلَّكُمۡ تَہۡتَدُونَ
"Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali [agama] Allah, dan
janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni’mat Allah kepadamu ketika
kamu dahulu [masa Jahiliyah] bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu,
lalu menjadilah kamu karena ni’mat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu
telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya.
Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat
petunjuk." (QS. Ali Imran: 103)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar